Home Bola Tiga Musim Beruntun Trofi Liga Champions Jadi Milik Pelatih Jebolan Bundesliga

Tiga Musim Beruntun Trofi Liga Champions Jadi Milik Pelatih Jebolan Bundesliga

0
Tiga Musim Beruntun Trofi Liga Champions Jadi Milik Pelatih Jebolan Bundesliga

Tiga Musim Beruntun Trofi Liga Champions Jadi Milik Pelatih Jebolan BundesligaJurgen Klopp, Hansi Flick dan saat ini, Thomas Tuhel. Tiga pelatih terbaru yang sukses mengusung piala Liga Champions ini sama diciptakan di Bundesliga.

Thomas Tuhel – bekas pelatih Mainz dan Borussia Dortmund, jadi pelatih Jerman terkini yang sukses amankan piala Sang Kuping Besar sesudah Chelsea taklukkan Manchester City – yang diasuh bekas pelatih Bayern Munchen, Pep Guardiola, dalam final Minggu pagi hari 30 Mei 2021. Tuhel sukses turuti tapak jejak Klopp dan Flick yang sukses bawa team mereka jadi juara Liga Champions.

Klopp gadjetov yang bekas pelatih Mainz dan Dortmund bawa Liverpool memenangi titel juara Liga Champions pada tahun 2018/19, sementara Flick terkenal sesudah mengumpulkan piala Liga Champions sebagai sisi dari riwayat Bayern kantongi sextuple pada musim 2019/20.

Melalui kemenangan mereka sekarang memiliki arti ada LIMA pelatih dari Jerman yang sukses mengusung piala Sang Kuping Besar, semenjak persaingan lama European Cup beralih menjadi Liga Champions di tahun 1992.

Ke-3 nya nikmati sukses itu bersama Jupp Heynckes yang pernah raih dua titel juara Liga Champions, yaitu pada tahun 1997/98 bersama Real Madrid dan Bayern Munchen di tahun 2012/13, dan Ottmar Hitzfeld yang mengusungnya bersama Dortmund pada musim 1996/97 dan Bayern Munchen pada musim 2000/01.

Tetapi, trio pelatih paling akhir yang sukses mengalahkan Eropa – Klopp, Flick dan Tuhel, disebut jadi beberapa pelatih yang lebih bagus diperbandingkan Hitzfeld dan Heynckes yang pernah raih kemasyhuran yang serupa secara beruntun di tahun 1997 dan 1998.

Argumennya, baik Klopp, Flick atau Tuhel sudah mencatat rekor tertentu di Liga Champions di mana sepanjang tiga musim berturut-turut piala Kuping Besar diangkat oleh tiga arsitek club asal Jerman berlainan.

Antara ke-3 nya, Klopp dan Tuhel yang sama pernah membesut club yang serupa pada awal karier mereka sebagai pelatih, awalnya telah bawa club mereka ke final Liga Champions masing-masing di empat final paling akhir. Ke-2 nya dapat selekasnya bangun dalam memberi respon kekalahan yang menyebalkan pada musim awalnya, dengan bawa team mereka jadi juara.

Sesudah 340 kali bela Mainz sebagai pemain, Klopp mengawali perjalanannya ke Bundesliga melalui promo – untuk pertamanya kali dalam riwayat club itu, pada musim 2003/04. Ini jadi sebuah perolehan yang selanjutnya dilukiskan pelatih 53 tahun itu sebagai ‘sukses paling besar dianya sebagai seorang pelatih’.

Sesudah 7 tahun mengasuh Mainz, Klopp berpindah ke Dortmund di tahun 2008, di mana dia sukses raih dua gelar Bundesliga secara beruntun, yaitu pada musim 2010/11 dan 2011/12, dari sisi amankan dua gelar – liga plus Piala Jerman, pada musim 2011/12.

Dia selanjutnya bawa timnya mainkan all-German final di Liga Champions tahun 2013, tetapi pada akhirnya tidak berhasil dari Bayern bimbingan Heynckes, dan memaksakan Klopp untuk menanti sampai 6 tahun untuk – pada akhirnya, amankan titel juara di final ajang berprestise Eropa itu.

Sementara Tuhel, seolah lewati lajur yang serupa dengan Klopp: Mainz-Dortmund-Liga Champions, di mana dia sukses bawa Carnival Klub ke gelaran Eropa untuk pertamanya kali dalam riwayat mereka, sebelumnya terakhir mengusung Piala DFB bersama BVB di tahun 2017.

Flick-lah yang selanjutnya gagalkan Tuhel raih piala Liga Champions sekarang ini masih jadi pelatih PSG di tahun 2020, malah saat Bayern alami kesusahan di UCL, sampai pada akhirnya perjalanan mereka beralih menjadi juara Jerman, Eropa dan club juara dunia.

Bayern Munchen selanjutnya kantongi sampai enam piala pada tangan Flick, pas pada musim pertama dia jadi seorang kepala pelatih. Sextuple itu terhitung Meisterschale (piala Bundesliga), Piala DFB, Liga Champions dan Piala Dunia Club FIFA, dan Piala Super Jerman dan Eropa.

Flick selanjutnya menambahnya dengan amankan gelar Bundesliga kesembilan pada musim 2020/21 ini, dan sukses perpanjang rekor Bayern Munchen. Tetapi, musim depan, Flick akan teruskan perjalanan kariernya sebagai pelatih sepak bola bersama Tim nasional Jerman sesudah dia ditegaskan akan menggantikan Joachim Loew selesai Euro 2020 panas musim ini.

Riwayat akan memperlihatkan, Flick yang bekas pemain tengah Bayern Munchen dan pernah tampil di dalam 104 laga dan bawa Jerman jadi juara 4x itu, akan terus kumpulkan piala bersama Die Mannschaft.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here